Cara membuat gantungan baju untuk usaha laundry / bisnis laundry

Hanger adalah salah satu tempat pakaian yang wajib di miliki oleh semua kalangan, berikut ini adalah beberapa tips dan cara membuat gantungan baju dari kayu

Alat dan Bahan

Untuk membuat hanger pakaian, sediakanlah alat dan bahan di bawah ini.

1. Kayu atau tripleks
2. Kertas karton atau tripleks untuk membuat sampel model hanger
3. Lem Crossbond
4. Sekrup gantungan baju khusus. Sekrup-sekrup seperti ini bisa didapatkan di toko woodworking, bangunan, hingga online shop yang bisa dengan mudah Anda akses.
5. Gergaji
6. Cutter bila dirasa diperlukan
7. Amplas
8. Router
9. Bor
10. Pukul
11. Kuas kecil untuk aplikasi lem
12. Bahan finishing sesuai selera Anda. Anda bisa menggunakan berbagai jenis bahan finishing mulai dari cat warna, plitur, coating, dan lainnya.
13. Kuas untuk mengaplikasikan bahan finishing. Anda juga bisa memanfaatkan spraying gun.
14. Wadah untuk tempat bahan finishing.

 

Langkah-langkah Membuat Gantungan Baju dari Kayu Sendiri

1. Siapkan semua alat dan bahan yang telah terkumpul di atas.
2. Ambil sampel hanger atau gantungan baju lama Anda.
3. Tempelkan pada tripleks atau kertas karton. Setelah itu, gambar model hanger berdasarkan sampel tersebut. Buat model bagian atas (bagian melengkung seperti panah) dan bagian bawah berupa silinder atau potongan kayu panjang. Untuk yang bagian bawah, buatlah tambahan gambar dengan ujung lebih kecil. Nantinya ujung ini akan dimasukkan pada lubang model gantungan baju bagian atas.
4. Benahi gambar dan sesuaikan dengan material kayu yang akan Anda pakai untuk membuat hanger.
5. Potong model hanger pada kertas karton atau tripleks tersebut.
6. Ambil kayu-kayu yang akan digunakan.
7. Pastikan kayu sudah dipotong dengan baik. Anda bisa menggunakan papan-papan kayu, potongan melingkar log, ataupun kayu tripleks. Untuk kayu tripleks, buatlah lebih tebal dengan merekatkannya dulu menjadi beberapa lapis tambahan dengan lem Crossbond.
8. Bila Anda memotong langsung dari log, pastikan memotong kayu dengan ketebalan lebih sedikit dari tebal hanger yang akan dibuat.
9. Siapkan kayu supaya rata, kering, dan bersih. Untuk meratakannya, Anda bisa menggunakan amplas.
10. Tempelkan model hanger pada kayu.
11. Potong kayu berdasarkan model tersebut.
12. Rapikan pemotongan supaya terlihat lebih baik dan lebih aman ketika dipegang.
13. Setelah rapi, lubangi bagian ujung bawah model hanger pertama sesuai ukuran ujung kecil model hanger bawah.
14. Satukan kedua komponen gantungan baju tersebut menggunakan lem Crossbond. Rekatkan secara merata dan hati-hati.
15. Biarkan lem mengering. Gunakan clamp press bila perlu.
16. Setelah lem kering, ambil sekrup gantungan khusus untuk hanger.
17. Pasang skrup tersebut di bagian atas.
18. Supaya gantungan baju makin terlihat menawan, aplikasikanlah finishing. Anda bisa menerapkan aneka jenis finishing, tetapi kami sarankan pilih teknik finishing yang sederhana. Misalnya dengan metode celup atau metode spraying. Dengan demikian waktu dan tenaga Anda bisa lebih dihemat.
19. Selesai!

Tips Memilih Detergen Untuk Laundry Koin dan Laundry Kiloan

Hampir semua pelaku usaha laundry baik kiloan maupun koin memilih deterjen terutama jenis cair dengan harga termurah, kental dan wangi. Lalu bagaimana memilih deterjen laundry yang cocok untuk bisnis Anda?

Tentunya setelah sekian lama berkutat di dunia kucek mengucek, Anda banyak sekali penawaran entah ada salesman yang sengaja menawarkan untuk keperluan laundry Anda terutama parfum maupun sabun/deterjen sebagai kebutuhan pokok usaha laundry.

Tentu saja bukan hanya usaha laundry kiloan maupun koin yang membutuhkan keperluan deterjen laundry ini. Rumah sakit, salon, hotel dan lainnya yang membutuhkan pakaian bersih. Oleh karena itu perlu memilih deterjen yang diformulasikan untuk keperluan komersial.

Karena bersifat komersial, tentunya memerlukan mesin basuh (cuci) yang modern untuk mencucikan pakaian. Deterjen ini harus rendah busa karena busanya bisa masuk ke sela-sela ang dapat menyebabkan korosi atau karat pada mesin cuci sehingga mesin cuci cepat rusak. Lagi pula proses pembilasan lebih cepat sehingga menghemat air karena busa yang banyak memerlukan ektra pembilasan. Dan ini penghematan untuk daya listrik tentunya.

Sebenarnya bahan pembersih pada deterjen bukan terletak pada busanya, memang ada jenis surfaktan yang berbusa banyak, tetapi sudah mulai dilarang, karena busa mencemari lingkungan. Lagi pula bahan kimia pembersih sejenis alkali/surfaktan itu keras ditangan dan ini dapat membuat kulit tangan terkelupas.

Kalau sudah menggunakan mesin cuci terutama kita sebagai pengusaha laundry, maka tidak diperlukan deterjen laundry yang banyak busanya. Tidak butuh busa atau buih (foam) hanya untuk menghilangkan noda. Kalau ada noda pakaian disingkirkan untuk menjalankan treatment dengan bahan kimia khusus.

Yang jelas adalah dengan busa banyak membuat pembilasan berkali-kali, menyebabkan pemborosan air, proses waktu lebih lama, beresiko sisa busa masih menempel yang berakibat timbulkan kerusakan pada mesin cuci.

Selain rendah busa dan ramah lingkungan, hal yang perlu diketahui pengusaha laundry tentang pemilihan deterjen laundry yang baik adalah mempunyai kandungan surfakan aktif di atas 12 persen, anti redeposisi dan adanya colour guard (penjaga warna) yakni warna tidak lantas menjadi kusam atau terjadi perubahan warna setelah melakukan pencucian.

Cara Merawat dan Mencuci Tas Denim

mencuci dan merawat tas denim

Cara Merawat dan Mencuci Tas Denim, Pertama kami ingin membahas cara membersihkan bahan dari tas denim. Tas berbahan dasar denim tentunya lebih mudah dirawat dibanding jenis tas dari bahan lainnya.
Biasanya tas denim dapat dicuci setiap 3 bulan sekali, dan jika tas berbahan dry denim maka ketika dicuci warnanya akan fading dan tentunya membuat tas semakin menarik dilihat karena ada efek fading.

Berikut adalah cara membersihkannya:
1. Jangan menggunakan deterjen apapun dalam mencuci tas denim. Anda cukup gunakan air biasa untuk mengelap tas.

2. Dalam mencuci tas denim cukup dibilas dengan tangan, dan jika ada noda yang kotor dapat anda sikat dengan menggunakan sikat yang halus.

3. Pada saat anda mencuci tas denim ada 2 teknik yakni:
– Mencuci dengan air dingin, agar warna denim tidak terlalu fading.
– Mencuci dengan air panas sekitar suhu 40 sampai 60 derajat, dengan cara ini maka denim akan membentuk efek fading yang lebih kontras.

4. Proses terakhir adalah mengeringkan cucian di luar ruangan yang dapat bersentuhan langsung dengan sinar dan terik matahari

Gambaran Usaha Laundry Kiloan, Murah dan Effisien

gambaran usaha laundry

Sebagai calon pengusaha yang teliti, kita harus tau seluk beluk dari usaha yang akan kita tekuni, disini kami akan membahas gambaran umum usaha laundry kiloan yang sedang naik daun tersebut.

LATAR BELAKANG PEMILIHAN USAHA LAUNDRY KILOAN

  • Memanfaatkan gaya hidup malas mencuci.
  • Perubahan gaya hidup dan tuntutan kesibukan, banyak mahasiswa, karyawan, dan ibu rumah tangga, yang tidak memiliki waktu untuk mencuci pakaian mereka, dan menyerahkannya pada usaha laundry kiloan.
  • Kondisi cuaca saat ini yang mengakibatkan pakaian sering lebih mudah menjadi kotor, bahkan dimusim penghujan, dengan mencuci manual pasti akan sulit menjadi kering, oleh karenanya banyak yang menyerahkan pakaian kotor mereka ke laundry-laundry
  • Trend mencuci di laundry sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

KUNCI SUKSES USAHA LAUNDRY KILOAN

  • Tempat yang dan nyaman.
  • Pelayanan yang cepat, cermat, dan memuaskan (mengutamakan kualitas).
  • Pemilik pakaian biasanya menginginkan pakaiannya bersih, rapi, dan harum.
  • Harga terjangkau
  • Menggunakan bahan-bahan yang tidak menimbulkan kerusakan warna atau bahan pakaian.
  • Tersedia area basah dan area kering, sehingga tidak mengganggu proses pencucian, proses pengeringan, dan proses setrika.
  • Tersedia setrika uap yang dapat digunakan untuk menyetrika pakaian dari bahan khusus.

LAYANAN TAMBAHAN YANG PERLU DISEDIAKAN DALAM USAHA LAUNDRY KILOAN

  • Layanan antar jemput.
  • Fasilitas kupon diskon untuk konsumen yang sering menggunakan layanan.

USAHA LAUNDRY KILOAN

Yang menjadikan laundry kiloan ini special ialah harga jual jasa yang terjangkau, kualitas baik, proses pencucian dipisah-pisah masing-masing konsumen (tidak dicampur), layanan antar jemput, konsumen dapat memilih pewangi yang digunakan sesuai selera, lokasi usaha yang mudah dijangkau konsumen, memiliki penampilan yang berbeda, memberikan kemudahan transaksi bagi konsumen, serta memberikan layanan one day service (satu hari selesai)

Peralatan-peralatan standar usaha laundry kiloan yang perlu disediakan adalah sebagai berikut :

* Mesin Cuci

* Mesin pengering

* Setrika

* Timbangan Duduk

* Seragam karyawan

* Media promosi (banner, spanduk, brosur)

* Peralatan Administrasi (nota, buku administrasi, dll)

* Bahan Kimia Laundry

* Peralatan Pendukung Ruang Cuci (rak penyimpanan, ember, brush, dll)

* Peralatan Pendukung Ruang Packing (plastic packing, stapler, dll)

LOKASI & RUANG

1. Letak Lokasi

Berada didekat tempat pemukiman pendudk, seperti didepan komplek perumahan, didaerah asrama atau kost mahasiswa, atau berada dipinggir jalan utama. Baca artikel ini untuk keterangan lebih lengkap > “Cara Memilih Lokasi Usaha Laundry“

2. Standar Kebutuhan Ruang Kerja

Luas ruang minimum : (lebar) 4 m x (panjang) 5 m

Note: Ukuran panjang dan lebar dapat sebaliknya.

3. Asumsi kebutuhan ruang:

* Ruang penerimaan pelanggan sekaligus ruang tunggu

* Ruang pencucian

* Ruang pengeringan

* Ruang setrika atau pengemasan

* Ruang administrasi

LINGKUP KERJA

Lingkup kerja meliputi :

1. Survey :

* Pemetaan pasar

* Persaingan

* Potensi

2. Sistem :

* Pembukuan sederhana

* Siklus kerja

* SOP (Prosedur Standar Operasi)

3. Pelatihan :

* Pelatihan karyawan / Buku panduan pelatihan

* Pengendalian sistem

* Pemasaran

* Pengamanan & pengendalian usaha

PEDOMAN PELAKSANAAN PEKERJAAN PROYEK LAUNDRY KILOAN

LANGKAH DASAR

* Penyusunan tim kerja

* Pimpinan proyek

* Disain interior

* Disain graphis

* Sistem dan keuangan

* Lapangan / pembelanjaan

* SDM

* Pemasaran

* Penyusunan time schedule masing-masing bagian

a. Time schedule Perencanaan I

* Gambar layout termasuk pengukuran

* Gambar disain interior

* Daftar barang belanjaan yang harus dibeli

Note: Gambar harus mendapat persetujuan pimpinan

b. Time schedule Perencanaan II

* Penentuan nama & tagline usaha

* Gambar disain neonbox / billboard

* Gambar disain stand banner

* Gambar disain spanduk atau alat promosi lain

* Rancangan seragam dan perlengkapannya

* Gambar lain yang diperlukan

Note: Gambar harus mendapat persetujuan pimpinan

c. Time schedule tempat dan perlengkapan

* Batas waktu renovasi tempat

* Batas waktu pengadaan peralatan dan perlengkapan

d. Time schedule pelaksanaan

* Eksekusi layout dan disain interior yang telah disetujui

* Eksekusi disain graphis yang telah disetujui

* Pembelian dan penyerahan barang

* Rekruitmen pegawai

* Tes lapangan peralatan dan kesiapan kerja

* Pelatihan karyawan

* SOP keseluruhan

* Pra promosi

* Soft opening

* Promosi

* Grand opening

* Pengawasan dan pendampingan

* Penyusunan Anggaran (Budgeting)

Anggaran yang ditetapkan meliputi :

* Anggaran pemesanan disain

* Anggaran transportasi dan akomodasi

* Anggaran pembelian barang

Note: Harus dibuat jadwal pengeluaran dananya sesuai tanggal yang direncanakan

RINCIAN TUGAS

1. BAGIAN DISAIN INTERIOR

a. Gambar layout

  • Menentukan alur masuk kendaraan, mulai dari masuk hingga keluar
  • Menentukan posisi ruangan tunggu
  • Menentukan posisi pelaksanaan pencucian
  • Menentukan posisi finising
  • Menentukan posisi kasir
  • Menetukan posisi kasir
  • Menentukan posisi perlengkapan pendukung (TV, Radio tape, dll)
  • Menentukan posisi tempat penyimpanan peralatan dan perlengkapan
  • Menentukan instalasi sesuai standar efisiensi dan kerapiha yang meliputi :

a. Sumber Air

b. Penempatan mesin cuci

c. Penempatan mesin pengering

d. Penempatan setrika

e. Rak-rak tempat pakaian yang sudah bersih

f. Kran-kran air

g. Kelistrikan

h. Alur pembuangan limbah hasil pencucian

Note :Dalam menentukan layout harus dipikirkan benar terhadap efisiensi proses kerja, proses gerak, maksimalisasi ruangan, kemudahan proses, serta dampak terhadap lingkungan.

b. Gambar disain interior

  • Menentukan ukuran-ukuran secara pasti peralatan dan perlengkapan yang akan dibuat serta model yang akan diciptakan (meja kasir, ruang tunggu, dan lain-lain)
  • Menentukan warna cat ruangan dalam dan luar
  • Menentukan ornament-ornamen ruangan yang mendukung

2. BAGIAN DISAIN GRAPHIS

Gambar disain graphis

  • Menentukan nama usaha serta taglinenya dengan persetujuan pimpinan
  • Menentukan disain logo usaha
  • Menentukan disain standbanner dan alat promosi internal pendukung
  • Menentukan disain billboard / neonsign
  • Menentukan disain seragam dan perlengkapannya

3. BAGIAN SISTEM DAN KEUANGAN

  • Menentukan prosedur penerimaan klien
  • Menentukan prosedur pelaksanaan kerja
  • Menentukan prosedur penerimaan pembayaran
  • Menentukan prosedur komplain klien
  • Menentukan prosedur penetapan dan penghitungan bahan baku
  • Menentukan prosedur pembelian kembali bahan baku
  • Menentukan prosedur perawatan dan penyimpanan peralatan
  • Menentukan prosedur jadwal dan siklus kerja karyawan
  • Menentukan prosedur keuangan dan pengamanannya

4. BAGIAN PEMBELIAN DAN LAPANGAN

  • Menentukan barang-barang yang akan dibeli
  • Menentukan anggaran pembelian barang
  • Melakukan pembelian barang-barang
  • Melakukan pemesanan & pembelian barang permintaan disainer interior
  • Melakukan pemesanan & pembelian barang permintaan disainer graphis
  • Melakukan pengawasan instalasi tempat sesuai disain, baik interior ataupun graphis.

5. BAGIAN SDM

  • Melakukan rekruitmen pegawai yang diperlukan
  • Melakukan seleksi pegawai
  • Melakukan pelatihan pemahaman usaha
  • Melakukan pelatihan teknis pekerjaan secara keseluruhan
  • Melakukan pelatihan mental & customer satisfaction
  • Melakukan kontrol terhadap perkembangan SDM

6. BAGIAN PEMASARAN

  • Menentukan strategi pemasaran pra operasi
  • Menentukan strategi pemasaran operasi
  • Menentukan strategi pemasaran pasca

7. PIMPINAN PROYEK

  • Mengawasi secara keseluruhan proses pelaksanaan pekerjaan
  • Mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada perusahaan
  • Mempertanggungjawabkan kinerja keuangan proyek kepada perusahaan
  • Mengeksekusi komplain tim proyek

DAFTAR BARANG YANG DIPERLUKAN

Daftar barang yang diperlukan perlu ditentukan sesuai kebutuhan, yang ditetapkan oleh pimpinan proyek.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) LAUNDRY KILOAN

KETENTUAN KARYAWAN

  1. Bagian penerimaan pelanggan merangkap kasir
  2. Bagian pencucian
  3. Bagian setrika merangkap bagian pengemasan
  4. Supervisor (jika diperlukan dalam kasus ini untuk pembukaan laundry kiloan lebih dari satu dalam satu daerah domisili)

SISTEM KERJA

Dilakukan shift kerja dan rolling tugas agar lebih terkendali dan terkontrol.

PROSEDUR PENANGANAN PELANGGAN

TAHAP I

Penerimaan Pelanggan

Dilakukan oleh bagian penerimaan pelanggan merangkap administrasi / kasir.

  1. Cucian kotor diterima oleh bagian penerima pelanggan.
  2. Penerima pelanggan wajib menanyakan mengenai pakaian yang akan dicuci, apakah ada yang mudah luntur warnanya, atau ada yang harus dicuci khusus untuk menghindari kesalahan pencucian.
  3. Sambil menunggu cucian kotor ditimbang dan pembuatan nota, konsumen diminta menunggu ditempat yang telah disediakan.
  4. Cucian tersebut kemudian ditimbang dan dihitung jumlah unit pakaian.
  5. Setelah ditimbang, penerima pelanggan kemudian membuatkan nota pembayaran, nota tersebut berisi nama dan alamat pelanggan, berapa jumlah kilogram dan berapa jumlah unit pakaian yang akan di-laundry, dan berapa total pembayarannya, serta keterangan lain (jika diperlukan)
  6. Jika terdapat layanan pemilihan pewangi pakaian, pelanggan dipersilakan untuk memilih pewangi sesuai yang diinginkan pelanggan. Dan ditulis dalam nota pembayaran tersebut.
  7. Nota pembayaran rangkap ke-1 tersebut kemudian diberikan kepada konsumen.
  8. Jika konsumen membayar lunas dimuka, maka nota tersebut dicap “LUNAS” oleh bagian penerimaan pelanggan.
  9. Jika konsumen belum membayar, maka pembayaran dapat dilakukan pada saat pengambilan cucian.

TAHAP II

Pencucian

Dilakukan oleh bagian pencucian.

  1. Cucian ditempatkan dalam box khusus sesuai dengan nama konsumen
  2. Untuk memudahkan identifikasi, setiap pakaian diberi nomor urut. Dan nomor urut tersebut ditulis pada nota rangkap ke-2.
  3. Cucian yang mudah luntur dicuci tersendiri.
  4. Proses cuci dilakukan dengan menggunakan mesin cuci yang tersedia dengan standar penggunaan bahan cuci yang tidak berbahaya, tidak menimbulkan kerusakan pada pakaian maupun warna pakaian.
  5. Pengeringan cucian juga dilakukan menggunakan mesin cuci tersebut.
  6. Jika proses cuci tersebut telah selesai, maka cucian bersih kemudian diambil dari mesin cuci dan dimasukkan kedalam box sesuai nama konsumen untuk selanjutnya disetrika.

TAHAP III

Setrika Cucian Bersih

Dilakukan oleh bagian setrika

  1. Box berisi cucian bersih tersebut kemudian dimasukkan ke ruang setrika untuk disetrika.
  2. Penyetrika harus menyetrika satu box sampai selesai sebelum beralih kepada box lainnya untuk menghindari tertukarnya pakaian antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lain.
  3. Cara menyetrika yang baik adalah dengan memperhatikan bahan kain yang akan disetrika, misalnya untuk bahan kain yang tipis atau sutra, cara menyetrika tidak boleh terlalu panas. Sedang untuk pakaian berbahan jins, setrika dengan panas secukupnya. Oleh karenanya pengetahuan tentang berbagai jenis pakaian atau kain mutlak untuk dimiliki.

TAHAP IV

Bagian setrika merangkap bagian pengemasan

  1. Cucian yang sudah disetrika kemudian dikemas dengan menggunakan plastic kemasan tersendiri. Tujuannya adalah agar cucian tetap rapid an wangi sampai dengan diambil oleh konsumen.
  2. Sebelum dikemas, bagian pengemasan harus memastikan bahwa pakaian yang dikemas telah sesuai baik dari segi nomor urut maupun jumlah pakaian, dicocokkan dengan nota rangkap ke-2.
  3. Pengemasan tidak boleh dipaksakan, artinya pengemasan harus memperhatikan kerapihan pakaian yang telah disetrika. Jika satu kemasan tidak cukup, gunakan dua kemasan atau lebih. Misalnya : baju-baju kerja dikemas tersendiri, celana jins juga dikemas tersendiri.
  4. Kemasan tersebut diselotip supaya rapi.
  5. Setelah dikemas tersebut, cucian bersih kemudian dimasukkan dalam tas plastic berlogo khusus yang bagian luarnya telah ditempeli nota rangkap ke-2.
  6. Setelah selesai, cucian bersih yang telah selesai dikemas tersebut kemudian ditempatkan pada ruang penyimpanan untuk memudahkan pengambilan.

TAHAP V

Serah Terima dan Pembayaran

Dilakukan oleh bagian administrasi / kasir

  1. Konsumen yang akan mengambil cucian, diminta menunjukkan nota rangkap ke-1
  2. Setelah itu petugas mengambil cucian pada tempat penyimpanan sesuai dengan nota yang ditunjukkan konsumen.
  3. Jika konsumen belum membayar (nota belum di cao lunas), maka petugas wajib mengingatkan konsumen untuk melakukan pembayaran.
  4. Setelah pembayaran selesai, nota tersebut di cap “LUNAS”
  5. Kemudian cucian yang sudah selesai diproses tersebut kemudian diserahterimakan kepada konsumen.
  6. Konsumen dipersilakan untuk mengecek pakaiannya, apakah telah sesuai.
  7. Jika telah selesai, nota rangkap ke-1 (yang telah dicap “TELAH DIAMBIL” diserahkan kepada konsumen, sedangkan nota rangkap ke-2 diarsipkan sebagai bukti transaksi.

PROSEDUR KOMPLAIN PELANGGAN

Komplain diterima oleh administrasi / kasir / supervisor (jika ada)

Ditanggungjawabi oleh semua bagian yang terkait

  1. Komplain kurang bersih langsung direspon dan dikerjakan pada bagian yang dikomplain dengan sungguh-sungguh, tanpa alas an apapun dan langsung dikerjakan.
  2. Komplain pakaian yang dicuci rusak atau luntur, harus dipastikan hal tersebut akibat proses pencucian atau akibat pengerjaan. Jika benar, harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa.
  3. Komplain pakaian hilang, harus dipastikan bahwa kehilangan tersebut akibat proses pengerjaan yang tertukar dengan konsumen lain. Jika benar, harus ditanggungjawabi supaya konsumen tidak kecewa disertai permintaan maaf bahwa hal tersebut bukan disengaja, dan memungkinkan untuk diberi voucer gratis untuk pencucian slanjutnya. Untuk meminimalisir komplain pakaian hilang, pada waktu serah terima pakaian yang telah bersih kepada konsumen, bagian kasir harus meminta konsumen untuk memeriksa terlebih dahulu sebelum meninggalkan tempat.

PROSEDUR BAHAN BAKU

Penetapan & Penghitungan

  1. Bahan baku harus dihitung untuk beban per kilogram cucian agar dapat ditentuakan penggunaan bahan baku dan perkiraan biayanya.
  2. Bahan baku yang dibeli harus dikemas perplastik takaran untuk per kilogram cucian, sehingga memudahkan ukuran bahan baku dalam melakukan proses pengerjaan pencucian.
  3. Harga beli bahan baku dibagi jumlah plastic takaran yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya bahan baku per kilogram cucian.
  4. Bahan baku hilang atau berkurang tanpa sebab yang jelas menjadi tanggungan para karyawan.

Pembelanjaan Bahan Baku

  1. Stok bahan baku harus dicatat dalam kartu stok agar pengeluaran bahan baku terkontrol.
  2. Wajib melakukan pemesanan atau pembelian bahan baku jika stok bahan baku sudah pada kondisi sisa maksimum 30%, minimum 20%.

Begitulah kira-kira gambaran umum tentang laundry kiloan, semoga informasi ini bisa menjadi rujukan anda untuk berbisnis laundry kiloan.

Source : Facebook.com

Tips dan cara mencuci karpet mobil dengan tangan sendiri

mencuci karpet mobil

Sering kita merasa malas apabila harus membersihkan mobil tiap pekan ataupun tiap bulan, saat ini jasa pencucian mobil dari segi interior dan eksterior mudah di cari dan di dapatkan servisnya. namun apabila kita ingin kenal lebih dekat dengan mobil kita, harusnya bagian mencuci karpet mobil bisa di lakukan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kita gunakan setiap hari untuk membersihkan dan mencuci karpet mobil yang kotor akibat kaki dan sendal ataupun sepatu kita.

mencuci karpet mobil

–  Pertama keluarkan dulu karpet yang berbahan karet dengan perlahan, dan buang sisa-sisa kotorannya di luar mobil, agar kotoran tidak jatuh di dalam mobil dan karpet siap untuk disikat. Apabila karpet terlalu kotor, basahi karpet dengan air dan sikat secara merata dengan sabun deterjen, agar kotoran bisa hilang.

– Apabila karpet karet sudah bersih dan dijemur. Bersihkan juga bagian dasar kabin. Kalau bagian ini bisa dilepas, sebaiknya dibersihkan diluar mobil untuk memaksimalkan pembersihan. Gunakan vacuum cleaner untuk mencapai sela-sela sempit yang cukup sulit dijangkau.

– Untuk menjaga agar warnanya tidak mudah kusam, karpet dianjurkan agar tidak terkena sinar matahari langsung. Sedangkan untuk karpet berbahan karet, jemur ditempat yang berangin biar cepat kering dan karet tidak rusak kusam terkena matahari langsung.

– Untuk karpet beludru , gunakan vacuum cleaner. dan bersihkan lagi dengan lap basah. Lis di sisi karpet karet harus kering benar sebelum masuk kabin .Untuk kotoran yang sulit dibersihkan, seperti minyak atau terkena cipratan cat, bisa menggunakan cairan pembersih interior.

– Untuk bagian bagasi, sebaiknya lapisi bagian ini dengan karpet yang mudah dicopot. Agar memudahkan dalam pencucian dan sekaligus pembersihannya.

– Cuci bersih karpet dengan sabun khusus setidaknya enam bulan sekali

Tips cuci cover mobil / motor dengan mesin cuci

cuci cover mobil
Cover Motor & Mobil merupakan salah satu benda terbaik untuk melindungi kendaraan kesayangan kita. dengan cover tersebut, kendaraan dapat terhindarkan dari debu yang sekiranya dapat merusak pemandangan terhadap kendaraan kita, mengingat ukuran cover mobil yang begitu lebar dan besar maka membutuhkan kekuatan ekstra apabila mencuci cover hanya dengan tangan, berikut ini adalah beberapa steps yang perlu anda lakukan agar cover tersebut kembali bersih seperti sedia kala :

  1. Siapin Covernya.
  2. Masukkan cover super ke dalam mesin cuci.
  3. Kemudian, kasih detergen sedikit aja. Nggak usah banyak-banyak, supaya nggak kebanyakan busa. Misalnya satu sendok the saja.
  4. Kemudian setting penyuciannya selama 10-15 menit saja. Nggak usah lama-lama.
  5. Jika dirasa ada noda yang susah banget hilangnya, ada baiknya sebelum dimasukkan ke mesih cuci, sudah disikat dulu memakai sikat baju. Sikatlah bagian cover yang nodanya susah dihilangkan. Tenang saja, karena bahan Cover Super ini nggak bakal sobek kalau disikat. Asal menyikatnya standar, nggak ngoyo.
  6. Kemudian, setelah mesin cuci berhenti, kita ambil covernya.
  7. Setelah itu, gibas-gibaskan covernya supaya mengurangi sisa air yang ada di cover.
  8. Setelah itu, di jemur / dipanaskan kurang lebih 30 menit atau sampai kering. hehe. Lamanya menjemur Cover Super lamanya nggak seperti menjemur baju.
  9. Lama tidaknya waktu penjemuran, juga tergantung jenis Cover Supernya. Kalau bahannya yang semi outdoor, lebih cepet kering daripada bahan Cover Super yang outdoor.
  10. Setelah kering, kemudian setrika Cover Supernya. Supaya rapih dan lebih halus. Caranya menyetrika Cover Super adalah setrikalah dibagian luar bahan Cover Supernya, bukan bagian dalam.

Namun apabila anda tidak mau bersusah payah untuk mencuci barang tersebut, sebaiknya anda datang ke tempat laundry kiloan terdekat / usaha laundry terdekat

Alur Operasional Laundry Kiloan dan Surat Izin Usaha Laundry Kiloan

izin usaha laundry kiloan
Pemilik DB Laundry, Eko misalnya, mengaku tidak mengurusi perizinan terkait usahanya tersebut. “Semua cucian diselesaikan di rumah, tempat ini hanya konter saja,” ujarnya beralasan.
Sementara Neon Laundry di Jalan S Parman I, No 40 RT 23 Banjarmasin baru beroperasi sekitar tiga minggu berjalan. Di tempat ini memberikan pelayanan kepada warga yang ingin mencucikan baju dan sejenisnya.
“Kalau saya kebetulan ada tempat di belakang, jadi saya manfaatkan saja untuk membuka laundry di tempat ini. Ternyata cukup lumayan permintaan, hingga harus menambah karyawan,” ujar sang pemilik yang akrab dipangil Pak Cik.
Kepala Bidang Perizinan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM) Kota Banjarmasin, Suratno menjelaskan, mengenai usaha jasa laundry tersebut prosedurnya minimal mempunyai Surat Keterangan Tempat Usaha (SKTU). Sedangkan untuk HO atau izin ganguannya tidak dikenakan.
Diterangkan Suratno, prosedur izin tersebut adalah tidak lain digunakan untuk melindungi konsumen, sekaligus menambah pendapatan daerah. “Jika mereka mempunyai izin resmi tentu layanannya pun bermutu dan pelanggan juga akan terpuaskan,” ucap Suratno.
Ketentuan tersebut juga telah diatur berdasarkan Undang Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintah daerah, perda Kota Kanjarmasin Nomor 15 tahun 2008, tetang pembentukan organisasi dan tata kerja perangkat daerah dan satuan Polisi Pamong Praja, serta Perda Kota Banjarmasin Nomor 7 tahun 2009 tetang kewenangan dan tata kelola pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Banjarmasin.
Suratno menerangkan, dalam mekanisme pengajuan SKTU tersebut pemohon harus membuat surat permohonan ke wali kota dengan melampirkan beberapa persyaratan di antaranya, fotokopi KTP, surat keterangan dari lurah setempat dan melampirkan bukti pembayaran sampah.
Kemudian juga diperlukan fotokopi surat kuasa dilampiri materai Rp 6000 dan fotokopi KTP penerima kuasa (untuk yang dikuasakan).
“Itu untuk perorangan, namun bila itu yayasan atau koperasi  melampirkan akta yayasan yang dibuat rangkap satu. Jika CV Prima, dia harus ada akta pendirian perusahaan, serta penunjukan cabang, begitu pula dengan PT. Namun sementara ini masih belum ada laundry yang setingkat PT,” papar Suratno.
Apabila persyaratan tadi sudah terpenuhi, maka pemohon, menerima tanda berkas. “Petugas akan memasukkan data ke komputer,” ujarnya.
Sembari menunggu diterbitkannya izin tersebut maka akan dilakukan pengecekan oleh tim teknis untuk melihat kondisi di lapangan apakah telah sesuai atau tidak. Penyelesaian pembuatan perizunan tersebut akan disesuaikan dengan berkas yang ada. “Bila berkas lengkap, maka tinggal menunggu tim teknis yang meninjau ke lokasi dan persetujuan atasan,” ujar Suratno.
Mengenai besaran biaya yang diperlukan untuk pendaftaran izin tersebut, sambungnya, ditentukan dari modal usaha dan bangunan. “Bila itu termasuk dalam SKTU perorangan koperasi atau UD, dikenakan Rp 100.000, Sedangkan untuk CV/Prima Rp 200.000 dan Rp 300.000,” papar Suratno. Masa berlaku SKTU tersebut, tak terkecuali untuk laundry yakni selama satu tahun. “Mereka wajib mendaftar ulang setiap lima tahunnya,” kata Suratno. 

Banyak Belum Berizin

DARI sekian banyaknya tempat usaha laundry yang ada di Banjarmasin, ternyata banyak yang belum memiliki izin surat keterangan tempat usaha (SKTU). Kepala Bidang Perizinan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BP2TPM) Kota Banjarmasin, Suratno menegaskan untuk pembuatan SKTU memang ada.
“Namun jasa laundry yang beroperasi di daerah ini banyak yang tidak mempunyai izin SKTU itu. Yang memiliki mungkin masih bisa dihitung dengan jari,” ungkapnya.
Untuk keperluan izin HO, memang tidak diperlukan, lantaran tidak termasuk kategori membahayakan lingkungan sekitarnya. “Itu kan cuma busa cucian, jadi enggak perlu izin HO,” ujarnya.
Disinggung mengenai pengawasan dan penertiban, Suratno mengakui memang lemah. “Aksi penertiban dari adanya perda ini adalah Satuan Polisi Pamong Praja yang telah diamanatkan. Namun memang dilematis karena Satpol PP juga banyak yang diurusi,” kata dia
Mungkin ke depannya, sambung Suratno, diperlukan adanya koordinasi yang intensif lagi dengan cara yang lebih smart. “Semisal mengundang mereka duduk bareng, guna menyosialisasikan aturan ketentuan perizinan jasa laundry tersebut,” ujranya. 
Alur Operasional Laundry:
– Pemohon menyiapkan modal dan tempat
– Mengajukan permohonan SKTU di BP2TPM
– Izin diproses dengan pengecekan tim teknis di lapangan
– Izin diterbitkan

Syarat SKTU
– Fotokopi KTP
– Surat keterangan Lurah setempat,
– melampirkan Bukti pembayaran sampah,
– Surat Kuasa bila dikuasakan.
– Bila CV dan PT ditambah dengan akta pendirian perusahaan. Bila cabang ditambah surat keterangan dari

  induk perusahaan
Sumber: BP2TPM Kota Banjarmasin 

Cara Membuka Usaha Laundry Kiloan dengan Modal Kecil

usaha laundry

CARA MEMBUKA USAHA LAUNDRY KILOAN UNTUK PEMULA DENGAN MODAL KECIL

Jawabannya adalah, peluangnya sangat besar selama masih ada kehidupan seolah laundry kiloan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat menengah ke atas sampai masyarakat menengah kebawah, seolah laundry kiloan ini menjadi kebutuhan yang sangat baku. Mengapa demikian karena usaha bisnis laundry ini adalah katagori sebuah usaha yang berkelanjutan dan dibutuhkan oleh banyak orang.

Laundry kiloan merupakan jasa pencucian yang nilai jasanya di hitung berdasarkan berat cucian dalam ukuran kilogram. Dengan berkembangnya pertumbuhan  jumplah penduduk yang terus meningkat secara signifikan hal ini makin memperbesar peluang cerah usaha laundry. Karena pada dasarnya manusia dalam kontek perkembangan teknologi tergolong sibuk, manusia praktis, super sibuk dan tidak mau ribet, sehingga soal cuci mencuci mereka malas didak ada waktu, maka solusi yang tepat adalah membawa pakaian kepada jasa laundry kiloan.

Apabila anda tertarik untuk memulai bisnis usaha laundry anda bisa membuka dengan  cara bergabung kepada bisnis laundry yang bersifat franchise atau waralaba, karena dengan waralaba kita tidak perlu repot membangun image usaha dari awal.sebuah brand yang telah punya nama, akan leih mudah dikenali oleh konsumen.

BAGAI MANA CARA MEMULAI BISNIS WARALABA LAUNDRY ?

langkah awal apabila anda ingin memulai bisnis waralaba laundry anda bisa survey kepada usaha laundry yang akan anda jadikan mitra tentunya  yang sudah mempunyai brand dikenal oleh masyarakat. jika anda telah memiliki keputusan untuk bergabung menjalin kemitraan maka persiapkanlah hal teknis untuk usaha laundry anda tentunya tempat dan lainnya memenuhi setandar untuk usaha laundry.

jangan pernah menganggap bisnis laundry sebagai usaha kecil, dengan menjalankan bisnis usaha laundry berbasis kemitraan anda tidak harus repot mempersiapkan segala kebutuhan laundry seperti mesin cuci, pewangi laundry, deterjen laundry dan perlengkapan lainnya hingga yang kecil mengenai cara pengemasan hasil cucian saat finising yang kemudian di kemas kedalam plastik.

Memiliki bisnis usaha laundry meskipun masih dalam sekala rumahan namun bisnis ini bisa menjadi alternatif sumber penghasilan untuk mendapatkan benefit . selamat menjalankan bisnis usaha laundry semoga segala yang kita harapkan dapat mendapatkan hasil yang bermanfaat.

Daftar Peralatan – Peralatan Penunjang Usaha Laundry Kiloan

peralatan usaha laundry

Usaha Laundry Kiloan menjadi salah satu usaha favorit di tahun 2016/2017, menjamurnya usaha ini dikarenakan kesederhanaanya dalam penanganan dan kebutuhan bahan baku. ada beberapa barang yang wajib kita ketahui dan wajib sebagai penunjang suksesnya usaha laundry kiloan yang akan kita kelola.

Bagi orang awam, usaha laundry hanya membutuhkan mesin laundry, setrika, pewangi dan tempat yang strategis. Namun itu semua masih belum cukup untuk membangun usaha laundry yang profesional serta memanjakan customer.

Berikut merupakan peralatan-peralatan penunjang yang bisa disediakan pada masing-masing bagian tersebut:

  1. Bagian penerimaan dan pengembalian pakaian

Bagian ini adalah bagian dimana pelanggan datang dan memberikan pakaian yang akan dicuci kepada usaha laundry serta tempat pelanggan kembali datang untuk mengambil pakaian yang telah selesai dicuci. Dan peralatan yang sebaiknya disediakan meliputi:

  • Meja penerimaan penerimaan pakaian

Kita tentu membutuhkan meja utama untuk menerima pakaian, mencatat segala proses administrasi dan lain sebagainya.

  • Peralatan menulis

Kita akan membutuhkan peralatan menulis yang selalu siap pada tempatnya agar proses administrasi bisa berjalan dengan cepat.

  • Timbangan

Jika usaha laundry menerima laundry kiloan, maka timbangan mutlak diperlukan. Timbangan duduk lebih sesuai digunakan untuk usaha laundry.

  • Buku nota

Setelah mengetahui dengan pasti jumlah harga yang harus dibayarkan oleh pelanggan, kita dapat memberikan nota yang bisa dipakai pelanggan untuk membayar serta mengambil kembali pakaian jika telah selesai dicuci.

  • Tagging tools

Agar pakaian pelanggan tidak tertukar, kita perlu menyediakan perlengkapan ini.

  • Buku administrasi

Seperti usaha pada umumnya, buku administrasi sangatlah penting untuk mencatat setiap order atau transaksi yang terjadi.

  • Mesin kasir

Jika kita ingin sistem pembukuan yang lebih rapi, mesin kasir mungkin diperlukan.

  • Lemari penyimpanan

Lemari ini digunakan untuk menyimpan pakaian yang diterima dari pelanggan ataupun menyimpan pakaian yang telah siap dikembalikan kepada pelanggan.

  • Plastik kresek besar
READ  Laundry Unik Khusus Untuk Cosplayer Di Jepang

Sebaiknya disediakan untuk mempermudah pelanggan dalam membawa kembali pakaian yang telah selesai dcuci.

  1. Bagian Pencucian

Bagian ini adalah tempat dimana proses pencucian berlangsung. Dan peralatan yang sebaiknya disediakan meliputi:

  • Rak pakaian kotor

Sediakan rak ini untuk mempermudah proses pencucian.

  • Gelas takar

Gelas takar ini diperlukan untuk menakar bahan kimia yang akan dipakai, khususnya yang berbentuk cairan.

  • Wadah untuk merendam pakaian

Kita dapat menggunakan ember yang berukuran sedang sampai besar untuk perendaman pakaian.

  • Sikat

Sediakan sikat untuk menyikat pakaian, karena terkadang kita tetap membutuhan sikat meskipun sudah menggunakan mesin cuci.

  • Hanger

Hanger atau yang juga dikenal sebagai gantungan baju juga diperlukan untuk menggantung pakaian yang telah dicuci.

  • Tempat menggantung pakaian atau tempat penjemuran

Untuk hasil yang maksimal, sebaiknya menyediakan tempat yang khusus untuk menggantung atau menjemur pakaian.

  • Jepitan pakaian

Terutama digunakan pada saat menjemur pakaian yang berukuran besar agar tetap pada tempatnya.

  • Keranjang pakaian

Keranjang ini diperlukan untuk menampung pakaian-pakaian yang telah siap menuju bagian finishing, usahakan satu keranjang untuk satu pelanggan untuk menghindari tertukarnya pakaian.

  1. Bagian finishing

Bagian ini adalah tempat melakukan kegiatan penyetrikaan dan sebagainya. Dan peralatan-peralatan yang sebaiknya disediakan meliputi:

  • Meja setrika

Sebaiknya menggunakan meja setrika yang khusus untuk laundry untuk hasil yang lebih maksimal.

  • Botol penyemprot / sprayer

Digunakan untuk menyemprot alat pelicin dan atau pewangi dalam proses menyetrika.

  • Plastik untuk packing

Setelah pakaian selesai disetrika anda butuh plastik penyimpanan pakaian yang bersih.

  • Mesin pengemas plastik

Mesin ini dibutuhkan untuk mengemas plastik yang telah terisi pakaian yang telah selesai dicuci agar tertutup rapat dan terhindar dari debu.

  • Rak penyimpanan pakaian bersih

Cara Merawat Mesin Cuci 2 Tabung Dengan baik dan benar

perawatan mesin cuci 2 tabung

Perlu di ketahui, jenis mesin cuci yang sedang naik daun sekarang ini ada 2, yaitu mesin cuci tabung 1 (otomatis) dan mesin cuci 2 tabung (manual), perbedaan di antara 2 tipe tersebut sangat jelas dan sangat signifikan. Mesin cuci 1 tabung bekerja otomatis berdasarkan satu tempat tabung saja, pencucian dan pengeringan dilakukan dalam 1 tabung dan itu semua berjalan otomatis.

Sedangkan mesin cuci 2 tabung, kita harus memindahkan pakaian setelah pakaian tersebut selesai di bilas dan dicuci ke 1 tabung lainya (tabung pengeringan).

Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu anda ketahui sebagai pengguna mesin cuci, mengenai bagaimana merawat mesin cuci 2 tabung dan penangananya :

1. Bersihkan Sisa-Sisa Deterjen Setelah Selesai Mencuci Pakaian

Setelah melakukan proses mencuci pakaian, ibu rumah tangga seringkali meremehkan dan mengabaikan sisa-sisa deterjen yang tertinggal di bagian mesin cuci. Hal ini jika dibiarkan dalam jangka waktu yang cukup lama akan menyebabkan timbulnya kerak dan karat pada bagian-bagian tertentu dari mesin cuci. Saran saya sebaiknya anda juga memperhatikan hal ini, bersihkan sisa-sisa deterjen baik di bagian dalam ataupun di bagian luar mesin cuci (yang tercecer) anda.

2. Bersihkan Bagian Dalam Mesin Cuci Dengan Pemutih

Biasanya mesin cuci dalam jangka waktu tertentu bagian dalamnya akan mengalami perubahan warna yakni menguning. Hal ini bisa ditangani dengan cara mengaplikasikan air hangat / panas dan juga cairan pemutih pakaian. Tuangkan air hangat secukupnya ke dalam mesin cuci sampai area yang menguning terendam oleh air tersebut. Masukkan juga cairan pemutih secukupnya. Kemudian jalankan mesin cuci anda beberapa saat untuk mencampurkan pemutih dan air sampai merata. Setelah itu biarkan beberapa saat akan noda-noda pada mesin yang menguning bisa terangkat. Selanjutnya anda bisa membilasnya kembali dengan air bersih.

3. Bersihkan Bagian Dalam Mesin Cuci Dengan Baking Soda Dan Cuka

Seperti cara sebelumnya baking soda dan cuka bisa digunakan untuk membersihkan bagian dalam (tabung) mesin cuci anda. Setelah selesai proses mencuci pakaian anda bisa memasukkan air hangat / panas ke dalam mesin cuci anda dan kemudian menambahkan baking soda dan larutan cuka secukupnya. Hal ini digunakan untuk membersihkan sisa-sisa deterjen yang mengendap dan menumpuk pada mesin cuci anda. Jalankan mesin cuci anda beberapa saat seperti halnya proses pencucian. Setelah itu diamkan dalam jangka waktu kurang lebih 30 menit atau lebih. Buang larutan pembersih tersebut dan bilas dengan air bersih. Proses terakhir anda bisa mengelap tabung mesin cuci secara merata agar tidak lembab.

4. Ambil Segera Pakaian Setelah Selesai Mencuci

Sebaiknya setelah selesai mencuci pakaian anda harus sesegera mungkin mengambil pakaian tersebut dari mesin cuci anda. Kenapa demikian? Pakaian dalam keadaan basah atau pun setengah basah jika dibiarkan sebentar saja di dalam mesin cuci anda, akan bisa mengundang pertumbuhan jamur. Hal ini akan mempengaruhi bau yang ditimbulkan dari pakaian anda walaupun sudah diberi pewangi. Selain itu fungsi mesin yang dihasilkan mesin cuci menjadi tidak maksimal lagi. (baca juga : cara merawat kolam renang di rumah)

5. Biarkan Penutup Mesin Cuci Terbuka Setelah Proses Mencuci Selesai

Apabila anda langsung menutup mesin cuci anda setelah selesai melakukan proses pencucian, hal tersebut sangat mendukung jamur untuk tumbuh dan berkembang biak. Kelembaban yang ditimbulkan oleh sisa-sisa air yang belum mongering akan memicu proses tersebut. Jadi sebaiknya biarkan penutup mesin cuci anda tetap terbuka beberapa saat sampai air menguap dan mengering, sehingga bisa mencegah tumbuhnya jamur pada mesin cuci anda.

6. Lakukan Pembersihan Besar Dalam Jangka Waktu Tertentu

Sebaiknya anda juga perlu membersihkan secara menyeluruh pada mesin cuci anda paling cepat 1 bulan sekali secara berkala agar mesin cuci anda bisa bekerja dengan baik. Cek lubang pada selang pembuangan. Biasanya lubang pada selang pembuangan seringkali tumbuh lumut karena selang memang selalu lembab jadi sangat cocok bagi lumut untuk tumbuh. Bersihkan lumut-lumut tersebut agar proses pembuangan air bekas cucian bisa mengalir dengan baik.

7. Bersihkan Laci Deterjen Pada Bagian Mesin Cuci

Jika mesin cuci anda di rumah memiliki sebuah bagian laci tempat deterjen, maka anda juga wajib memperhatikan kebersihannya. Anda bisa melepasnya dan kemudian melakukan perendaman beberapa saat dengan menggunakan air panas agar kotoran pada laci deterjen bisa terangkat. Jika kotoran dan kerak terlalu menumpuk, anda bisa memanfaatkan karbol untuk ditambahkan pada air panas rendamannya tersebut. Jangan lupa perhatikan petunjuk dan aturan pakai yang tertera pada kemasan karbol agar tetap aman. Manfaatkan sikat gigi yang sudah tidak terpakai untuk membersihkan bagian-bagian sudut sehingga sisa-sisa kotoran bisa terangkat semua.

8. Bersihkan Bagian Luar Mesin Cuci 

Tentunya agar mesin cuci anda terlihat lebih sempurna kebersihannya, bagian luarpun juga sangatlah penting untuk diperhatikan. Untuk bagian luar mesin cuci, anda bisa menggunakan lap bersih yang dicelumkan ke air panas. Peras terlebih dahulu sebelum digunakan. Setelah diperas, anda bisa mengaplikasikannya dengan mengelap secara perlahan seluruh bagian luar mesin cuci anda. Jangan lupa lap bagian dalam pembuka mesin cuci yang sering menjadi sarang debu dan kotoran.

9. Bersihkan Ventilasi Pada Pengering

Bagian pengering juga sangat rawan tersumbat dengan benang-benang pakaian yang lepas. Anda wajib memperhatikan bagian-bagian lubang ventilasi pada pengering mesin cuci anda agar saat proses pengeringan, air bisa turun secara sempurna sehingga pakaian anda pun juga akan kering dengan sempurna. Cek terlebih dahulu setiap kali anda akan menggunakannya untuk memastikan ventilasi dala m keadaan baik. Setelah selesai proses pengeringan, jangan lupa untuk melakukan pengelapan agar tidak lembab. Anda juga bisa membuka penutupnya agar sisa-sisa uap air bisa menguap karena sirkulasi udara bisa keluar masuk dengan baik. (

10. Bersihkan Bagian Kantung Filter (Penyaring)

Bersihkan kantung filter pada mesin cuci anda dalam kurun waktu kira-kira satu sampai 2 bulan sekali agar tidak menjadi sarang penyakit. Lepas kantong filter dan bilas di bawah kran air agar kotoran bisa langsung hilang. Anda bisa mencucinya secara perlahan menggunakan sabun pencuci. Kemudian bilas kembali hingga bersih. Biarkan mengering terlebih dahulu sebelum anda pasang kembali agar tidak lembab dan mengundang jamur untuk berkembangbiak